Great Human Resource, Great Company

IPC

In any great company, the human resources within it must also a great people. They are the main fuel of the company progress. A breakthrough in the company will run smoothly when it support by the quality of human resources.

This is highly recognized by the IPC. With pinned responsibility on his shoulders, with a big dream to be able to encourage strong growth in Indonesia`s trade by reducing the cost of national logistic activities of port , certainly human resources factors are very very important thing. In the current transformation , the presence of qualified human resources, agile, and integrity is the key to success.

Currently we have a challenge to be solve and answered appropriately, both in quantity and quality. In terms of quantity, we still have a shortage of personnel, particularly in field operations. But in terms of quality, we have answered the challenge with preparation programs short and long term to improve the quality of human resources. Improving the quality of human resources aims to align the ports of our ability with the international standards.

Continue reading

Mengubah Magang Menjadi Karyawan

Magang tak hanya mengenalkan Anda pada dunia kerja sesungguhnya, namun juga membuka kesempatan mengubah status magang menjadi karyawan permanen. Anda juga bisa mendapatkan kesempatan tersebut, asalkan memiliki performa baik selama menjalani masa magang.

Praktikkan sejumlah cara berikut untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari program magang:

1. Tentukan tujuan magang. Apakah untuk mendapat ilmu atau mencari penghasilan. Pilih perusahaan yang sesuai dengan tujuan kita. Tapi, jangan lupakan kalau pengalaman selama magang akan sangat membantu ketika kita terjun ke dunia kerja. Sebaiknya pilih perusahaan yang memberi banyak kesempatan belajar.

2. Hormati peraturan perusahaan dan jaga tingkah laku. Perhatikan budaya perusahaan, bagaimana harus bicara dengan setiap level, bagaimana gaya berpakaiannya hingga menjaga nama baik perusahaan. Kalau kita bersikap sopan dan menghormati orang lain, mereka pun akan menghargai kita.

3. Temukan orang yang bisa menjadi “mentor pribadi”. Yakni senior yang bersedia membagi ilmu, pengalaman dan tidak pelit memberi kita kesempatan belajar. Agar tak mengganggu waktu kerjanya, ajak ia berdiskusi pada jam makan siang.

4. Anggap magang seperti tes kerja. “Selama magang, rekan sekerja dan atasan pasti akan menilai Anda, baik kinerja dan perilaku. Lalu, kami sebagai pihak HRD tentu akan mendapat laporan penilaian. Bila hasil kerja memuaskan, memberi value pada perusahaan, dan memiliki pribadi yang baik di lingkungan kerja, biasanya kami akan menawarkan kesempatan kerja bila ada posisi lowong. Tak ada salahnya juga bila Anda yang proaktif bertanya. Setelah itu, Anda harus tetap menjalani proses rekrutmen dalam bentuk wawancara kerja, psikotes, hingga tes kesehatan,” tutur Hiralalitya, 23, Human Resource Officer, Kompas-Gramedia Group.

5. Sebagai pendatang baru di perusahaan, usahakan untuk tidak “membisu” terlalu lama. Segeralah inisiatif meminta tugas yang bisa dikerjakan. Jika ada yang kurang dimengerti, jangan segan bertanya pada pembimbing agar hasil pekerjaan sesuai yang diharapkan. Lalu, bekerjalah dengan sepenuh hati agar hasilnya maksimal.

6. Ungkapkan minat dan ketertarikan menjadi karyawan. Jika perusahaan melihat kita sebagai pribadi yang kompeten, mereka takkan ragu mengajak kita bergabung.

7. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih. Saat magang berakhir, sampaikan ungkapan terima kasih Anda, bisa dalam bentuk bingkisan atau kue pada mereka. Ini akan meninggalkan kesan baik dan menjaga pertemanan.

Sumber : kompas.com

Bertransformasi, Pelindo II Pakai Logo IPC

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II meluncurkan identitas korporasi baru berupa logo IPC. Identitas korporasi baru ini mengukuhkan semangat baru Pelindo II dalam bertransformasi menjadi IPC, perusahaan penyedia layanan kepelabuhanan di Indonesia yang lebih efisien dan modern dalam berbagai aspek operasinya guna mencapai tujuan menjadi operator pelabuhan berkelas dunia.

Semangat transformasi tersebut akan diterapkan ke dalam seluruh aktivitas perusahaan, baik pada aspek strategis manajemen, operasional maupun peningkatan sumber daya manusia yang secara komprehensif, gesit dan fleksibel dengan berpegang pada prinsip memajukan perdagangan, memajukan Indonesia. Energizing Trade. Energizing Indonesia. Identitas korporasi yang baru ini berbalut warna jingga dan biru yang masing-masing merepresentasikan sinar matahari terbit dan ketangkasan dalam berekspresi.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam jingga adalah semangat perubahan, kekuatan, optimisme, serta kebanggaan setiap karyawan, untuk bersama-sama berdiri di garis terdepan dalam mencapai tujuan organisasi. Sisi biru pada logo menggambarkan kesiapan memasuki erabaru yang dinamis dan fleksibilitas setiap komponen dalam perusahaan menghadapi berbagai tantangan guna mencapai tujuan perusahaan, sebagai a world-class port operator.

Continue reading

Jurus Jitu Pindah Posisi dari Swasta ke BUMN

Beberapa pekerja profesional mengalami perubahan tempat membanting tulang, dari perusahaan swasta ke BUMN. Seringkali, keduanya dianggap institusi yang berbeda. Swasta dengan ‘kedigdayaan’ pengaruh sang pemilik. BUMN dengan lika-liku birokrasi yang beberapa kali membebani proses pengambilan keputusan. Hal ini disadari oleh CEO PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar yang sempat bekerja di perusahaan swasta seperti Citibank, Niaga Factoring Corporation dan Danamon, serta Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Dahlan Iskan yang pernah mejabat sebagai CEO surat kabar Jawa Pos dan Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Memang ada perbedaan budaya bekerja dari perusahaan swasta ke BUMN. Namun, saat bekerja di Garuda, saya selalu menekankan pentingnya governance. Kita harus mengikuti aturan dan proses birokrasi. Apalagi, salah sedikit bisa dipanggil ke kejaksaan,” kata Emirsyah yang menekankan soal taat pada aturan. Namun, Emirsyah menyadari bahwa kepatuhan pada sistem itu membuat BUMN seringkali ‘kalah berlari’ dengan perusahaan swasta. “Kami (BUMN) memang tidak bisa selincah perusahaan swasta dalam mengambil keputusan dengan cepat. Perusahaan swasta kan seringkali one man show. Kita tidak bisa seperti itu,” kata Emirsyah. Namun ia mengakui bahwa saat ini mulai terjadi perubahan di tubuh BUMN. Beberapa keputusan yang harus diambil dengan cepat ‘dibolehkan’ langsung keluar dari tangan eksekutif perusahaan dengan unsur tanggung jawab, tentu. Hal senada juga diamini oleh Dahlan Iskan. “Saya pernah melewati masa-masa bekerja di perusahaan swasta sebelum berkecimpung di PLN. Pada dasarnya, keduanya sama saja sepanjang kejiwaan kita sama.” Ini berarti ada prinsip-prinsip bekerja yang harus ditaati, terlepas dari pelaksanaan di perusahaan swasta ataupun BUMN. “Yang penting, (pekerjaan) dinikmati saja,” kata Dahlan lagi. Berbicara soal kemungkinan dipanggil oleh kejaksaan, BUMN, dinilai Dahlan, tidak harus khawatir terus menerus. “Biasanya, pengaduan ke kejaksaan berasal dari pihak di dalam perusahaan. Karena itu, Anda harus jujur, tidak korupsi dan bekerja dengan benar. Makanya, Anda jangan takut. Anak buah Anda tahu apa yang telah Anda lakukan sehingga jangan pernah berani underestimate anak buah,” tegas Dahlan.

Masih Menarikkah Menabung di Bank?

Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat, tidak habis pikir. Nilai tabungannya yang sekitar Rp 4 juta sudah dua bulan ini terus merosot saldonya. Padahal, ia menabungkan uangnya di bank semata-mata untuk mendapatkan bunga sehingga uangnya beranak-pinak. “Kalau begini caranya, mending uangnya saya simpan di celengan atau di bawah bantal,” kata ibu tiga anak ini menggerutu.Sebuah kisah yang juga menjadi persoalan banyak orang yang punya tabungan bernilai kecil, katakanlah di bawah Rp 5 juta. Banyak orang awam sulit memahami mengapa nilai tabungan mereka terus tergerus. Yang mereka tahu, jika menabung, uang akan bertambah karena berbunga. Pemahaman ini terpatri sejak masa sekolah dasar saat diajarkan untuk menabung.
Saat ini, jangan pernah berharap duit membukit jika hanya punya tabungan tak lebih dari Rp 5 juta.

Ambil contoh BCA, bank yang memiliki jumlah penabung paling banyak di Indonesia. Untuk tabungan Tahapan Silver, BCA mengenakan biaya administrasi Rp 10.000 per bulan. Adapun suku bunga untuk tabungan bersaldo Rp 1 juta-Rp 10 juta sebesar 2 persen per tahun. Dengan asumsi nilai tabungan awal Rp 5 juta dan tidak pernah ditambah selama setahun, nasabah akan mendapat bunga Rp 100.000 per tahun. Setelah dipotong pajak 20 persen, pendapatan nasabah tinggal Rp 80.000. Padahal, biaya administrasi yang harus dibayar selama setahun mencapai Rp 120.000. Alhasil, dana berkurang Rp 40.000 dalam setahun. Penabung kian cepat kehilangan uangnya jika nilai tabungan di bawah Rp 1 juta. Sebab bunganya nol persen. Penabung tidak akan tergerus uangnya jika saldonya minimal Rp 6 juta. Pada level itu, biaya administrasi dan bunga mencapai titik keseimbangan.

Masih Ingat Keluarga Cemara???

“Terimakasih abah, Terimakasih emak”

Masih ingat pastinya syair lagu tersebut. Ya, itu adalah OST. sinetron keluarga cemara

Salah satu Sinetron yang benar-benar mendidik, alami, bercerita kehidupan yang sederhana, dan pastinya sesuai dengan tata krama di masyarakat. Kalau tidak salah dulu disiarkan di RCTI. Sinetron yang diambil dari novel karya Arswendo Atmowiloto ini mampu menyedot perhatian banyak masyarakat.

Tapi sungguh menyedihkan sekali. Sinetron sejenis ini sudah tidak ada lagi. Mungkin karena nilai komersil nya kurang ?? Ayolah Ph Ph atau sejenisnya layak tayangkah sineton-sinetron sekarang? Yang mem’brain wash‘ pikiran anak-anak Indonesia dengan tayangan hedonisme, kata-kata kasar, triak triak ga jelas, mengajarkan balas dendam, bahkan tidak ada lagi nilai moril dan budaya. Sungguh ironis memang.

Pertelevisian Indonesia butuh sekali tayangan seperti Keluarga Cemara atau Si Doel Anak Sekolahan yang benar-benar realita dan mengajarkan kesederhanaan. Semoga……..

Continue reading

Pelindo II Proyeksikan Laba 2011 Senilai Rp 1,6 T

Kenaikan ini melebihi target kami. Kuatnya perekonomian mendorong laju pertumbuhan arus barang di Tanjung priok yang merupakan kontributor terbesar pendapatan kami. PT Pelindo II memperkirakan pendapatan hingga akhir tahun 2011 sebesar Rp 5,3 triliun dengan laba senilai Rp 1,6 triliun, ditopang oleh meningkatnya arus barang di pelabuhan utama Tanjung priok.

Richard J Lino, presiden direktur Pelindo II, mengatakan hari ini bahwa pendapatan 2011 dapat naik hingga 70 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 5,3 triliun dari Rp 3,1 triliun tahun lalu, sementara laba dapat naik hingga 27 persen menjadi Rp 1,6 triliun, naik dari Rp 1,26 triliun tahun lalu. “Kenaikan ini melebihi target kami. Kuatnya perekonomian mendorong laju pertumbuhan arus barang di Tanjung priok yang merupakan kontributor terbesar pendapatan kami, hingga pelbauhan Priok mencapai kapasitas penuh,” kata Richard, di Jakarta, Selasa (20/12).

Menurut dia, target Pelindo II untuk pendapatan 2011 adalah Rp 4,9 triliun sementara laba adalah Rp 1,4 triliun. “Estimasi kami untuk tahun depan, pendapatan dan laba bisa naik masing-masing 10 persern,” ujarnya. Dijelaskan Richard, hingga akhir tahun, pertumbuhan arus barang di terminal domestik Tanjung Priok diperkirakan tumbuh sebesar 30 persen menjadi 2,2 juta TEUs ( twenty foot equivalent units) sementara di terminal internasional tumbuh 22 persen menjadi 3,8 juta TEUs.

Untuk tahun 2012, lanjut dia, terminal domestik dapat tumbuh diatas 30 persen dan terminal internasional setidaknya tumbuh 20 persen. “Tahun depan akan kami usahakan menambah produktivitas setidaknya 1 juta TEUs, karena saat ini sudah full capcacity (6 juta TEUs),” papar dia.

Salah satu usulan Richard untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan mempercepat arus barang di Pelindo dengan mempermudah proses customs clearance. “Kalau kita bisa memindahkan custom clearance ke kawasan industri, itu bisa meningkatkan produktivitas hingga 1 juta TEUs,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk sebuah kontainer keluar dari pelabuhan tahun ini rata-rata 6 hari, apdahal di tahun 2008 hanya 4-5 hari.

“Permasalahannya ada di proses customs clearance yang memakan waktu 5-6 hari. Kalau masalah ini bisa dikurangi setengahnya, produktivitas bisa naik dua kali lipat,” ujarnya. Untuk tahun depan, Richard mengatakan Pelindo II mengalokasikan Rp 3 triliun untuk capital expenditure, jumlah yang kurang lebih sama dengan tahun ini.  “Capex akan digunakan untuk membangun car terminal, membeli crane, dan investasi di pelabuhan Sorong,” tandas dia.

Pelindo II bersama 50 perusahaan pelayaran membentuk konsosrsium untuk membangun pelabuhan di Sorong, papua senilai Rp 1 triliun. Pelindo II adalah lead konsosrsium dengan kepemilikan 30 persen.

sumber : http://www.beritasatu.com