Pelabuhan Bukan Tempat Pidato

Belajar dari Penundaan Pengumuman Kabinet di Terminal Tiga

Pernyataan Presiden Joko Widodo ada 8 orang calon menteri di kabinetnya yang mendapat tanda merah dari KPK sebenarnya sudah cukup menjawab pertanyaan penundaan pengumuman kabinet. Kita sepakat dengan presiden, sosok yang akan menjadi pembantunya dalam pemerintahan ini harus memiliki rekam jejak yang baik. Salah satu indikatornya tidak tersangkut dugaan korupsi sekecil apapun.

Rasanya memang tidak mudah mengganti begitu saja calon menteri yang mendapat tanda merah KPK tersebut. Apalagi yang menyangkut pos-pos penting terutama berkaitan dengan masalah ekonomi. Selain itu, calon-calon menteri penggantinya pun tentu harus diajukan juga ke KPK untuk meneliti rekam jejaknya. Bersih atau terindikasi korupsi.

Sampai di sini, penundaan pengumuman kabinet di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, selesai. Clear. Alasannya cukup jelas. Yang kemudian menjadi pertanyaan, pernyataan-pernyataan presiden yang mengesankan miskoordinasi dengan tim di sekelilingnya. Betapa tidak, pada hari Rabu (22/10), sejak pagi hari Pelabuhan Tanjung Priok dinyatakan steril. Pasukan pengamanan presiden sudah stand by di kawasan pelabuhan.

Continue reading

Lebih Enak Mana Swasta atau BUMN

Yang dibahas di sini di luar PNS dan pegawai pemerintah lainnya (seperti BI, KPK, LPS, OJK, dll). Soalnya mereka beda sendiri dan kebanyakan seluruh rakyat bisa mengetahui dengan mudah. Kalau bicara masalah bekerja (di luar wirausahawan ya) setiap lulusan, biasanya sarjana, dipusingkan dengan masalah yang lebih rumit daripada hanya sekedar skripsi yaitu mau kerja apa gue. Bagi sebagian orang memilih pekerjaan yang sesuai dengan diri sendiri memang sangat tidak mudah. Biasanya muncul dilema mau bekerja sesuai jurusan atau apa saja yang penting bisa kerja. Tapi percayalah, pekerjaan yang sesuai jurusan disertai minat dan bakat akan lebih menyenangkan.

Ada salah satu persoalan yang bagi para lulusan sarjana ketika ingin bekerja di suatu perusahaan, lebih baik kerja di perusahaan swasta atau BUMN sebenarnya? Tetep sih susah milihnya, apalagi harus disesuaikan dengan kepribadian. Masalah utama sebenarnya adalah kita tidak bisa menyatakan mana yang lebih baik jika tidak mencoba semua kemungkinan pilihan. Nah, kalau mau mencoba semua pilihan juga gak gampang. Kalau kerja pindah-pindah terus kan gak enak. Misal udah di BUMN terus pindah nyoba di swasta (biar nyoba kemungkinan yang lain), eh ternyata hasilnya BUMN lebih enak (mau pindah lagi agak susah), belum lagi swasta ada banyak, masa iya dicobain satu-satu

Continue reading

Great Human Resource, Great Company

IPC

In any great company, the human resources within it must also a great people. They are the main fuel of the company progress. A breakthrough in the company will run smoothly when it support by the quality of human resources.

This is highly recognized by the IPC. With pinned responsibility on his shoulders, with a big dream to be able to encourage strong growth in Indonesia`s trade by reducing the cost of national logistic activities of port , certainly human resources factors are very very important thing. In the current transformation , the presence of qualified human resources, agile, and integrity is the key to success.

Currently we have a challenge to be solve and answered appropriately, both in quantity and quality. In terms of quantity, we still have a shortage of personnel, particularly in field operations. But in terms of quality, we have answered the challenge with preparation programs short and long term to improve the quality of human resources. Improving the quality of human resources aims to align the ports of our ability with the international standards.

Continue reading

Bertransformasi, Pelindo II Pakai Logo IPC

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II meluncurkan identitas korporasi baru berupa logo IPC. Identitas korporasi baru ini mengukuhkan semangat baru Pelindo II dalam bertransformasi menjadi IPC, perusahaan penyedia layanan kepelabuhanan di Indonesia yang lebih efisien dan modern dalam berbagai aspek operasinya guna mencapai tujuan menjadi operator pelabuhan berkelas dunia.

Semangat transformasi tersebut akan diterapkan ke dalam seluruh aktivitas perusahaan, baik pada aspek strategis manajemen, operasional maupun peningkatan sumber daya manusia yang secara komprehensif, gesit dan fleksibel dengan berpegang pada prinsip memajukan perdagangan, memajukan Indonesia. Energizing Trade. Energizing Indonesia. Identitas korporasi yang baru ini berbalut warna jingga dan biru yang masing-masing merepresentasikan sinar matahari terbit dan ketangkasan dalam berekspresi.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam jingga adalah semangat perubahan, kekuatan, optimisme, serta kebanggaan setiap karyawan, untuk bersama-sama berdiri di garis terdepan dalam mencapai tujuan organisasi. Sisi biru pada logo menggambarkan kesiapan memasuki erabaru yang dinamis dan fleksibilitas setiap komponen dalam perusahaan menghadapi berbagai tantangan guna mencapai tujuan perusahaan, sebagai a world-class port operator.

Continue reading

Pelindo II Proyeksikan Laba 2011 Senilai Rp 1,6 T

Kenaikan ini melebihi target kami. Kuatnya perekonomian mendorong laju pertumbuhan arus barang di Tanjung priok yang merupakan kontributor terbesar pendapatan kami. PT Pelindo II memperkirakan pendapatan hingga akhir tahun 2011 sebesar Rp 5,3 triliun dengan laba senilai Rp 1,6 triliun, ditopang oleh meningkatnya arus barang di pelabuhan utama Tanjung priok.

Richard J Lino, presiden direktur Pelindo II, mengatakan hari ini bahwa pendapatan 2011 dapat naik hingga 70 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 5,3 triliun dari Rp 3,1 triliun tahun lalu, sementara laba dapat naik hingga 27 persen menjadi Rp 1,6 triliun, naik dari Rp 1,26 triliun tahun lalu. “Kenaikan ini melebihi target kami. Kuatnya perekonomian mendorong laju pertumbuhan arus barang di Tanjung priok yang merupakan kontributor terbesar pendapatan kami, hingga pelbauhan Priok mencapai kapasitas penuh,” kata Richard, di Jakarta, Selasa (20/12).

Menurut dia, target Pelindo II untuk pendapatan 2011 adalah Rp 4,9 triliun sementara laba adalah Rp 1,4 triliun. “Estimasi kami untuk tahun depan, pendapatan dan laba bisa naik masing-masing 10 persern,” ujarnya. Dijelaskan Richard, hingga akhir tahun, pertumbuhan arus barang di terminal domestik Tanjung Priok diperkirakan tumbuh sebesar 30 persen menjadi 2,2 juta TEUs ( twenty foot equivalent units) sementara di terminal internasional tumbuh 22 persen menjadi 3,8 juta TEUs.

Untuk tahun 2012, lanjut dia, terminal domestik dapat tumbuh diatas 30 persen dan terminal internasional setidaknya tumbuh 20 persen. “Tahun depan akan kami usahakan menambah produktivitas setidaknya 1 juta TEUs, karena saat ini sudah full capcacity (6 juta TEUs),” papar dia.

Salah satu usulan Richard untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan mempercepat arus barang di Pelindo dengan mempermudah proses customs clearance. “Kalau kita bisa memindahkan custom clearance ke kawasan industri, itu bisa meningkatkan produktivitas hingga 1 juta TEUs,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk sebuah kontainer keluar dari pelabuhan tahun ini rata-rata 6 hari, apdahal di tahun 2008 hanya 4-5 hari.

“Permasalahannya ada di proses customs clearance yang memakan waktu 5-6 hari. Kalau masalah ini bisa dikurangi setengahnya, produktivitas bisa naik dua kali lipat,” ujarnya. Untuk tahun depan, Richard mengatakan Pelindo II mengalokasikan Rp 3 triliun untuk capital expenditure, jumlah yang kurang lebih sama dengan tahun ini.  “Capex akan digunakan untuk membangun car terminal, membeli crane, dan investasi di pelabuhan Sorong,” tandas dia.

Pelindo II bersama 50 perusahaan pelayaran membentuk konsosrsium untuk membangun pelabuhan di Sorong, papua senilai Rp 1 triliun. Pelindo II adalah lead konsosrsium dengan kepemilikan 30 persen.

sumber : http://www.beritasatu.com