1,9 juta Bisnis Mahasiswa

LAGI-lagi mesin pencari google. Informasi mengenai bisnis mahasiswa sungguh luar biasa banyaknya. Mesin pencari (search engine) di jagad web itu menunjukkan, ada 1,9 juta hasil jika kita meng-entryi kata kunci bisnis mahasiswa. Informasi sebanyak ini tentu membingungkan bagi mahasiswa yang ingin memulai menggelutinya. Apalagi jika kita buta sama sekali terhadap rencana lahan bisnis kita.

Informasi terbanyak yang ditunjukkan google adalah mengenai bisnis sambilan secara online. Tentu karena goggle merupakan media online, yang informasi yang tertangkap tentu juga informasi yang bersifat online. Informasi selanjutnya yang muncul di google adalah peluang bisnis waralaba murah. Ada beberapa bisnis waralaba murah yang bisa digeluti mahasiswa. Kebanyakan bisnis waralaba makanan. Ada juga informasi yang menawarkan bisnis jualan buku. Nah yang ini mahasiswa punya peluang besar karena buku memang menjadi dunia mahasiswa. Ada yang menawari jualan buku secara langsung atau menawari jualan buku secara online. Banyak peluang bisnis untuk mahasiswa. Jika ingin mulai menggelutinya, pertimbangkan model bisnis yang paling mungkin dilakukan.

Mengingat kuliah juga merupakan tanggung jawab yang harus diselesaikan.(jid) Tren Bisnis Mahasiswa

1. Bisnis online (blogging)

2. Menjual pulsa elektornik

3. Membuka konter distro

4. Menjual buku

5. Waralaba makanan murah

6. Membuka rental komputer dan warnet

7. Membuka laoundry untuk mahasiswa

Bisnis Ala Mahasiswa, Kecil Hingga Besar

MASIH ingat dengan Asri Tadda? Ia adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang memperoleh penghasilan besar dari bisnis yang dikelolanya semasa kuliah. Mahasiswa membangun usaha dan sejahtera, mengapa tidak.

Asri Tadda, berhasil menjadi pemenang kedua Wirausaha Muda Mandiri (WMM) pada malam penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2008 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, akhir tahun lalu.
Kini Asri telah lulus dan bergelar dokter. Tapi ia tidak menghentikan usahanya. Bahkan usaha itu kini semakin berkembang. Asri mengandalkan daya kreatifnya untuk membangun usaha berbasis teknologi informasi.
Semangat berusaha di kalangan mahasiswa bukan hal yang baru. Banyak cerita tentang mereka yang berusaha hidup mandiri sambil kuliah. Beberapa di antaranya beralasan untuk membiayai kuliah mereka atau meringankan beban orangtua.
Apapun alasannya, membangun usaha adalah hal yang positif. Tetapi alasan terhebat mahasiswa membangun usaha adalah karena tidak mau menggantungkan masa depannya pada secarik kertas bernama ijazah, atau harumnya gelar di balik jubah wisuda.
Meskipun mengklaim berhasil mengurangi kemiskinan, pengangguran masih menjadi masalah. Di Makassar saja, berdasarkan data Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, tercatat ada sekitar 300 ribu orang yang masih menganggur.
Sebagian besar memang warga yang berpendidikan rendah. Namun bukan bukan berarti warga yang bersekolah tinggi tak terancam menganggur. Kenyataannya, jumlah lulusan perguruan tinggi masih lebih banyak dari peluang kerja yang terbuka setiap tahun.
Asri adalah satu dari sekian banyak orang yang membangun usaha selama masa kuliah. Selain Asri, ada pula Wandy. a adalah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang membangun usaha rental komputer.
Meski pun usaha rental komputer saat ini boleh dibilang tidak menjadi primadona lagi, tapi usaha yang dibangun di sekitar kampus akan memiliki penghasilan yang cukup lumayan. Penghasilannya lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan kuliahnya.
Ada pula seorang mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas, Siti Asiah Asnawi, yang mencoba berbisnis. Asiah menjalani bisnis penjualan pulsa elektronik, bisnis yang sudah banyak dilakukan orang sebenarnya.
Tapi ia mengantungi penghasilan lumayan karena kepandaiannya membangun jaringan. Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Unhas (2008) ini mengaku lebih enjoy dengan bisnis yang digelutinya.(cr2/jid)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS http://www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555

Eskrim Sehat ala Mahasiswa UI

SEBENARNYA latar belakang pendidikan Irfian, jauh dari usaha yang tengah ia geluti. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan 2007 ini berniat mengembangkan bisnis es krim sehat dan murah. Itu pula yang membuat belia 20 tahun itu menjadi Best Innovation pada Young and Best Entrepreneur UI, yang diberikan beberapa waktu lalu.

Irfian memperoleh idenya dari es krim yang ada di pasaran berbahan baku kimia. Bagi vegetarian murni yang tidak mengasup susu, akan sulit menikmati es krim. “Kalaupun ada, harganya mahal. Ini yang membuat saya melihat es krim dari bahan alami sangat berprospek,” katanya kepada VIVAnews setelah penyerahan dana hibah.

Setelah mencari-cari, Irfian akhirnya menemukan resep es krim nikmat dari berbagai bahan nabati. Ia mampu mengolah ubi ungu, alpukat, stroberi, dan buah-buahan lain menjadi es krim.

Pembuatan es krim menggunakan bahan-bahan alami. “Warna-warna es krim murni dari warna umbi dan buah-buahan,” kata mahasiswa yang akrab disapa Fian ini. Selain bantuan sebesar Rp 8 juta, dari modal total Rp 14,5 juta, Irfian akan memakai tabungan dan pinjaman.

Rencananya, dalam dua bulan Irfian akan membuka dua outlet pertamanya di sekitar kampus. Mahasiswa yang akan memasuki semester lima ini mengaku sudah mendapat tempat yang ramai dikunjungi orang.

Dari hasil hitung-hitungannya, setidaknya, dari satu outlet penjualan tiap hari mencapai 100 cup. Dalam tiga bulan ia mampu mencapai titik impas usaha. Ada lagi, harga es krim yang ia beri nama Vegie Ice Cream ini sengaja dibuat dengan harga terjangkau. Satu cup Vegie Ice Cream akan dijual kurang dari Rp 5.000. ┬áIrfian berencana menjadikan usaha es krim miliknya dengan sistem franchise. “Saya ingin semua orang bisa menikmati es krim yang sehat dan tetap terjangkau,” katanya berpromosi.