Pelindo II Proyeksikan Laba 2011 Senilai Rp 1,6 T
02 Jan 2012 Leave a Comment
Kenaikan ini melebihi target kami. Kuatnya perekonomian mendorong laju pertumbuhan arus barang di Tanjung priok yang merupakan kontributor terbesar pendapatan kami. PT Pelindo II memperkirakan pendapatan hingga akhir tahun 2011 sebesar Rp 5,3 triliun dengan laba senilai Rp 1,6 triliun, ditopang oleh meningkatnya arus barang di pelabuhan utama Tanjung priok.
Richard J Lino, presiden direktur Pelindo II, mengatakan hari ini bahwa pendapatan 2011 dapat naik hingga 70 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 5,3 triliun dari Rp 3,1 triliun tahun lalu, sementara laba dapat naik hingga 27 persen menjadi Rp 1,6 triliun, naik dari Rp 1,26 triliun tahun lalu. “Kenaikan ini melebihi target kami. Kuatnya perekonomian mendorong laju pertumbuhan arus barang di Tanjung priok yang merupakan kontributor terbesar pendapatan kami, hingga pelbauhan Priok mencapai kapasitas penuh,” kata Richard, di Jakarta, Selasa (20/12).
Menurut dia, target Pelindo II untuk pendapatan 2011 adalah Rp 4,9 triliun sementara laba adalah Rp 1,4 triliun. “Estimasi kami untuk tahun depan, pendapatan dan laba bisa naik masing-masing 10 persern,” ujarnya. Dijelaskan Richard, hingga akhir tahun, pertumbuhan arus barang di terminal domestik Tanjung Priok diperkirakan tumbuh sebesar 30 persen menjadi 2,2 juta TEUs ( twenty foot equivalent units) sementara di terminal internasional tumbuh 22 persen menjadi 3,8 juta TEUs.
Untuk tahun 2012, lanjut dia, terminal domestik dapat tumbuh diatas 30 persen dan terminal internasional setidaknya tumbuh 20 persen. “Tahun depan akan kami usahakan menambah produktivitas setidaknya 1 juta TEUs, karena saat ini sudah full capcacity (6 juta TEUs),” papar dia.
Salah satu usulan Richard untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan mempercepat arus barang di Pelindo dengan mempermudah proses customs clearance. “Kalau kita bisa memindahkan custom clearance ke kawasan industri, itu bisa meningkatkan produktivitas hingga 1 juta TEUs,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk sebuah kontainer keluar dari pelabuhan tahun ini rata-rata 6 hari, apdahal di tahun 2008 hanya 4-5 hari.
“Permasalahannya ada di proses customs clearance yang memakan waktu 5-6 hari. Kalau masalah ini bisa dikurangi setengahnya, produktivitas bisa naik dua kali lipat,” ujarnya. Untuk tahun depan, Richard mengatakan Pelindo II mengalokasikan Rp 3 triliun untuk capital expenditure, jumlah yang kurang lebih sama dengan tahun ini. “Capex akan digunakan untuk membangun car terminal, membeli crane, dan investasi di pelabuhan Sorong,” tandas dia.
Pelindo II bersama 50 perusahaan pelayaran membentuk konsosrsium untuk membangun pelabuhan di Sorong, papua senilai Rp 1 triliun. Pelindo II adalah lead konsosrsium dengan kepemilikan 30 persen.
sumber : www.beritasatu.com


Last Komentar