Awas, PIN ATM BCA Anda Disadap!

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta – Sebuah komplotan pembobol kartu ATM telah menemukan modus baru pembobolan ATM nasabah bank BCA. Caranya, mereka memasang alat penyadap pada mesin kartu ATM. Dari alat itu, magnetic kartu ATM dan kode PIN ATM terekam.

Informasi ini beredar meluas dari SMS ke SMS hari ini, Rabu (20/1). SMS itu menyusul adanya pemberitaan sehari sebelumnya, Selasa (19/1), dimana ada 13 nasabah BCA di Bali, selama dua hari ini saldonya berkurang secara misterius. Padahal, nasabah itu tidak melakukan transaksi.

Laporan terbanyak tentang bobolnya rekening nasabah BCA itu berada di wilayah Kuta. Menurut berita, peristiwa itu berlangsung sejak 16-19 Januari.

Pada nasabah, rata-rata mengetahui bahwa saldo mereka di rekening berkurang secara misterius, saat melakukan transaksi. Jumlahnya cukup besar. Setelah dilakukan pengecekan, rupanya ada beberapa transaksi yang masuk ke rekening orang yang tidak mereka kenal.

Kapolsek Kuta, AKP Dody Prawiranegara membenarkan adanya sejumlah laporan tersebut. Pihaknya menyatakan segera menyelidiki kasus ini. Sebab, selain di Kuta, kejadian itu berlangsung juga di Gianyar dan Denpasa.

Sementara juru bicara Polda Bali, Kombes Gde Sugianyar menyatakan telah melakukan koordinasi dengan unit cyber crime. Polda Bali menduga bahwa ada banyak kemungkinan terhadap kejadian ini, misalnya sistem eror atau ulah para hacker.

Nah, setelah berita ini muncul, Rabu (20/1) sejak pagi sudah beredar SMS peringatan dari HP ke HP. Isi SMS itu sebagai berikut:

Info Penting!

Para komplotan yang membobol BCA memasang mesin penyadap kartu ATM di mesin ATM-nya. Jadi, magnetic kartu ATM kita tersadap plus PIN-nya juga. Dan mereka pun dapat membuat duplikat kartu ATM kita. Jadi, sebaiknya kalau mau mengambil uang di ATM BCA, cari yang di mulut mesinnya ada warna hijau. Karena itu adalah sistem pengamanannya.

Belum diketahui siapa penyebar SMS ini. Tapi, SMS ini perlu diperhatikan untuk meningkatkan kewaspadaan.[*/ims]

sumber : inilah.com

TUGAS “PENGENALAN BUAT ADEK-ADEK TI 2009″

Berhubung temen2 angkatan 2004 sudah tinggal sedikit maka tugasnya juga simple dan mudah!!

TEMA : KEKOMPAKAN

1. Mencari tanda tangan angkatan 2004, minimal jumlah angkatan 2009/jumlah sisa angkatan 2004.

2. Membuat puuzle dari foto angkatan 2009 di kertas A1 dan di potong2 menjadi jumlah angkatan 2009.

3.  Print 3 foto angkatan 2004, kemudian di bingkai dengan frame berwarna merah, kuning, hijau.

*Tugas ini hanya berlaku jam 20.04 – 20.09 WITI2004 (Waktu Indonesia Teknik Industri 2004)

*Sertelah membaca tugas ini, oordinator dan wakil koordinator konfirmasi ke komting angkatan 2004 dan pemilik WEB ini di tunggu maksimal jam 23.59 hari jumat tanggal 4 desember 2009.

Sekian dan terima kasih. . .

1,9 juta Bisnis Mahasiswa

LAGI-lagi mesin pencari google. Informasi mengenai bisnis mahasiswa sungguh luar biasa banyaknya. Mesin pencari (search engine) di jagad web itu menunjukkan, ada 1,9 juta hasil jika kita meng-entryi kata kunci bisnis mahasiswa. Informasi sebanyak ini tentu membingungkan bagi mahasiswa yang ingin memulai menggelutinya. Apalagi jika kita buta sama sekali terhadap rencana lahan bisnis kita.

Informasi terbanyak yang ditunjukkan google adalah mengenai bisnis sambilan secara online. Tentu karena goggle merupakan media online, yang informasi yang tertangkap tentu juga informasi yang bersifat online. Informasi selanjutnya yang muncul di google adalah peluang bisnis waralaba murah. Ada beberapa bisnis waralaba murah yang bisa digeluti mahasiswa. Kebanyakan bisnis waralaba makanan. Ada juga informasi yang menawarkan bisnis jualan buku. Nah yang ini mahasiswa punya peluang besar karena buku memang menjadi dunia mahasiswa. Ada yang menawari jualan buku secara langsung atau menawari jualan buku secara online. Banyak peluang bisnis untuk mahasiswa. Jika ingin mulai menggelutinya, pertimbangkan model bisnis yang paling mungkin dilakukan.

Mengingat kuliah juga merupakan tanggung jawab yang harus diselesaikan.(jid) Tren Bisnis Mahasiswa

1. Bisnis online (blogging)

2. Menjual pulsa elektornik

3. Membuka konter distro

4. Menjual buku

5. Waralaba makanan murah

6. Membuka rental komputer dan warnet

7. Membuka laoundry untuk mahasiswa

Bisnis Ala Mahasiswa, Kecil Hingga Besar

MASIH ingat dengan Asri Tadda? Ia adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang memperoleh penghasilan besar dari bisnis yang dikelolanya semasa kuliah. Mahasiswa membangun usaha dan sejahtera, mengapa tidak.

Asri Tadda, berhasil menjadi pemenang kedua Wirausaha Muda Mandiri (WMM) pada malam penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2008 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, akhir tahun lalu.
Kini Asri telah lulus dan bergelar dokter. Tapi ia tidak menghentikan usahanya. Bahkan usaha itu kini semakin berkembang. Asri mengandalkan daya kreatifnya untuk membangun usaha berbasis teknologi informasi.
Semangat berusaha di kalangan mahasiswa bukan hal yang baru. Banyak cerita tentang mereka yang berusaha hidup mandiri sambil kuliah. Beberapa di antaranya beralasan untuk membiayai kuliah mereka atau meringankan beban orangtua.
Apapun alasannya, membangun usaha adalah hal yang positif. Tetapi alasan terhebat mahasiswa membangun usaha adalah karena tidak mau menggantungkan masa depannya pada secarik kertas bernama ijazah, atau harumnya gelar di balik jubah wisuda.
Meskipun mengklaim berhasil mengurangi kemiskinan, pengangguran masih menjadi masalah. Di Makassar saja, berdasarkan data Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, tercatat ada sekitar 300 ribu orang yang masih menganggur.
Sebagian besar memang warga yang berpendidikan rendah. Namun bukan bukan berarti warga yang bersekolah tinggi tak terancam menganggur. Kenyataannya, jumlah lulusan perguruan tinggi masih lebih banyak dari peluang kerja yang terbuka setiap tahun.
Asri adalah satu dari sekian banyak orang yang membangun usaha selama masa kuliah. Selain Asri, ada pula Wandy. a adalah mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang membangun usaha rental komputer.
Meski pun usaha rental komputer saat ini boleh dibilang tidak menjadi primadona lagi, tapi usaha yang dibangun di sekitar kampus akan memiliki penghasilan yang cukup lumayan. Penghasilannya lebih dari cukup untuk membiayai kebutuhan kuliahnya.
Ada pula seorang mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas, Siti Asiah Asnawi, yang mencoba berbisnis. Asiah menjalani bisnis penjualan pulsa elektronik, bisnis yang sudah banyak dilakukan orang sebenarnya.
Tapi ia mengantungi penghasilan lumayan karena kepandaiannya membangun jaringan. Mahasiswa Teknologi Laboratorium Kesehatan Unhas (2008) ini mengaku lebih enjoy dengan bisnis yang digelutinya.(cr2/jid)

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555